Rabu, 26 November 2014

60 persen Populasi belum Pernah Terbang

PENIKMAT transportasi udara di Tanah Air baru sekitar 39 persen dari total populasi sebanyak 244 juta. Berbeda dengan di Malaysia dan Singapura, yang jumlah penumpang transportasi udaranya melampaui jumlah populasi.

“Jumlah penduduk Malaysia 29 juta, dengan 48 juta penumpang penerbangan atau 166 persen. Singapura penduduknya 5,4 juta, yang terbang 39 juta atau 722 persen,“ ungkap Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Arif Wibowo, dalam seminar nasional Civil Engineering 2014 yang digelar Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, kemarin.

Arif mengatakan produk domestik bruto (PDB) suatu negara dapat menjadi patokan untuk melihat seberapa besar potensi pertumbuhan industri angkutan udara. PDB yang mencapai 37 persen total PDB ASEAN menempatkan Indonesia di posisi penting dalam perkembangan sektor transportasi udara kawasan.

Para pelaku usaha harus mampu bersaing dan untuk melakukannya diperlukan dukungan pemerintah. Arif menilai pemerintah sudah peduli pada upaya untuk mendorong daya saing industri penerbangan nasional.

“Pemerintah mendorong pada penciptaan iklim yang kondusif. Kita telah terbiasa bersaing. Ada beberapa poin yang sudah diakomodasi pemerintah,“ papar Arif.

Meski begitu, perekonomian yang belum stabil dan kurs rupiah yang lemah merongrong kinerja maskapai. Di sisi lain, laju pertumbuhan permintaan, khususnya penumpang domestik, cenderung melemah seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan.

Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono mengatakan pergerakan penumpang untuk penerbangan internasional di Indonesia tumbuh rata-rata 26,44 persen setiap tahunnya. Pada 2012 tercatat sebanyak 8,8 juta penumpang penerbangan internasional.

Pertumbuhan penumpang penerbangan domestik tercatat 11,35 persen menjadi 63,6 juta penumpang di 2012.Pertumbuhan rata-rata per tahun untuk kargo udara penerbangan internasional sebesar 19,34 persen dan domestik 11,85 persen per tahun.(Mus/E-1) Media Indonesia, 20/11/2014, halaman 18

Senin, 20 Oktober 2014

Sulawesi Utara Siap Mendukung Poros Maritim

PROVINSI Sulawesi Utara sebagai bagian integral dari NKRI yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina dan secara geografis berada pada posisi strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Pasifik. Kondisi ini diperkuat dengan letak Sulawesi Utara yang berada di bibir Pasifik. Kawasan ini merupakan jalur perdagangan dunia dan merupakan pusat distribusi barang dan jasa. Wilayah Sulut relatif dekat ke beberapa pusat pertumbuhan ekonomi dunia, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia Timur, dan Amerika Serikat sehingga sangat prospektif, baik untuk perdagangan regional maupun internasional.

Daerah ini juga memiliki potensi sumber daya alam melimpah yang mampu memberikan prospek positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan sentrasentra industri, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan energi, serta pariwisata. Hal ini juga ditunjang dengan sarana transportasi yang dimiliki Sulawesi Utara, baik darat maupun laut yang bertaraf internasional, yaitu Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan Pelabuhan Laut Internasional Bitung dengan kedalaman standar hub-port, yang berfungsi sebagai Gate Away Sulawesi Utara sehingga menjadikan daerah ini sebagai salah satu pilar penyangga perekonomian nasional.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Daihatsu Perkuat Kualitas Siswa SMK di Kendari

KURIKULUM Daihatsu yang mulai diperkenalkan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendapat sambutan positif, kemarin.M Ansyari Umirtun, sang kepala sekolah, menyatakan upaya perusahaan otomotif itu akan menambah pengetahuan dan kemampuan praktik para siswanya.

Komentar serupa juga dilontarkan Wiransyah, siswa jurusan otomotif SMK Negeri 2 Kendari.“Kurikulum Daihatsu membuat kami mengetahui mobil matik dan injeksi.“

Keduanya juga meminta Daihatsu menyumbang peralatan praktik, seperti mesin mobil. “Supaya siswa tidak hanya pandai berteori, tetapi juga bisa langsung praktik,“ lanjut Ansyari.